Ahmad Sanusi Official Let’s Talk
Ahmad Sanusi Official Website
  • Home
  • About
  • Project
  • Blog
  • Al Quran Digital
  • Al Quran Digital Lite
  • Contact

Membuat NAS Rumahan Menggunakan Xpenology

Membuat NAS Rumahan Menggunakan Xpenology
  • Ahmad Sanusi
    Written by

    Ahmad Sanusi

  • Category

    SysAdmin

  • Date

    27 Januari 2026

Pendahuluan

Kebutuhan penyimpanan data di rumah semakin meningkat. Foto keluarga, video, dokumen kerja, hingga backup server kecil sering kali tersebar di banyak perangkat. Di sinilah NAS (Network Attached Storage) berperan. Dengan NAS, semua data terpusat, mudah diakses, dan relatif aman.

Salah satu solusi populer dan ekonomis adalah Xpenology, yaitu proyek komunitas yang memungkinkan kita menjalankan Synology DSM di perangkat non-Synology (PC rakitan, mini PC, atau server rumahan).

Artikel ini akan membahas konsep, kebutuhan, serta langkah besar membuat NAS rumahan menggunakan Xpenology.

Apa itu Xpenology?

Xpenology adalah bootloader tidak resmi yang memungkinkan sistem operasi Synology DSM berjalan di hardware umum (x86-64). Secara tampilan dan fitur, DSM di Xpenology hampir sama seperti NAS Synology asli.

Kelebihan Xpenology

  • Biaya jauh lebih murah dibanding NAS komersial
  • Fitur DSM sangat lengkap (File Server, Backup, Media, dll)
  • Fleksibel dalam pemilihan hardware

Kekurangan Xpenology

  • Bukan solusi resmi (tidak didukung Synology)
  • Update DSM harus lebih hati-hati
  • Risiko kompatibilitas hardware

Kebutuhan Hardware

Untuk NAS rumahan, spesifikasi sederhana sudah cukup:

  • CPU: Intel (lebih aman kompatibilitasnya), minimal dual-core
  • RAM: 4 GB (8 GB lebih nyaman)
  • Storage:
    • 1 flashdisk kecil (untuk bootloader)
    • 1 atau lebih HDD/SSD (data)
  • LAN: Gigabit Ethernet

Catatan: Xpenology juga bisa dijalankan di VM (Proxmox, ESXi), tapi untuk pemula disarankan bare metal.

Gambaran Proses Instalasi

Secara garis besar, langkah membuat NAS dengan Xpenology adalah:

  1. Menentukan versi DSM & loader yang kompatibel
  2. Menyiapkan bootloader di flashdisk
  3. Boot PC/server menggunakan flashdisk
  4. Install DSM via web browser
  5. Konfigurasi storage pool & shared folder

Setelah instalasi selesai, NAS sudah bisa digunakan seperti Synology asli.

Struktur Folder yang Disarankan

Agar data rapi dan mudah di-backup:

  • /homes → data personal user
  • /public → file bersama
  • /media → foto, video, musik
  • /backup → backup PC / server
  • /archive → data lama

Struktur yang rapi akan sangat membantu ketika kapasitas data makin besar.

Penggunaan Sehari-hari

NAS rumahan dengan Xpenology cocok untuk:

  • File server keluarga
  • Backup laptop & PC
  • Media server (DLNA, Plex, Video Station)
  • Cloud pribadi (pengganti Google Drive sederhana)

Penutup

Xpenology adalah solusi menarik bagi pengguna rumahan yang ingin merasakan fitur NAS kelas enterprise dengan biaya minim. Selama digunakan dengan bijak dan tidak untuk kebutuhan kritikal bisnis besar, Xpenology sangat layak dipertimbangkan sebagai pusat data di rumah.

Share:
Homelab
Blog

Popular post

Cara Mengetahui Akun Instagram Sedang Dipantau atau Diawasi Orang Lain
  • 9 Agustus 2024

Cara Mengetahui Akun Instagram Sedang Dipantau atau Diawasi Orang Lain

Cara Mengatasi Error ONLY_FULL_GROUP_BY di Database MySQL
  • 8 Juli 2021

Cara Mengatasi Error ONLY_FULL_GROUP_BY di Database MySQL

Cara Menghapus Cache Git
  • 18 November 2023

Cara Menghapus Cache Git

Membuat Format Tanggal Hijriyah Bahasa Indonesia Dengan Librari PHP
  • 23 Agustus 2021

Membuat Format Tanggal Hijriyah Bahasa Indonesia Dengan Librari PHP

Le t’s work together

Based in Indonesia |

Looking for a hectic web developer?

-

Want a more in-depth look at my history?

-

©2026 Ahmad Sanusi Official Website, All Rights Reserved

Back to Top