Ahmad Sanusi Official Let’s Talk
Ahmad Sanusi Official Website
  • Home
  • About
  • Project
  • Blog
  • Al Quran Digital
  • Al Quran Digital Lite
  • Contact

Nisfu Sya’ban: Tanggal, Amalan, Doa, dan Keutamaannya

Nisfu Sya’ban: Tanggal, Amalan, Doa, dan Keutamaannya
  • Ahmad Sanusi
    Written by

    Ahmad Sanusi

  • Category

    Artikel Keagamaan

  • Date

    2 Februari 2026

Pengertian Nisfu Sya’ban

Nisfu Sya’ban adalah pertengahan bulan Sya’ban, yaitu tanggal 15 dalam kalender Hijriah. Kata nisfu berarti setengah, sehingga Nisfu Sya’ban dimaknai sebagai pertengahan bulan Sya’ban.

Malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak terbenam matahari pada tanggal 14 Sya’ban hingga menjelang subuh tanggal 15 Sya’ban.

Dalam tradisi keilmuan Islam, malam ini dikenal sebagai salah satu waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah, meskipun tidak termasuk ibadah yang diwajibkan secara khusus.


Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Beberapa riwayat hadis menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT memberikan ampunan kepada banyak hamba-Nya.

Di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:

“Sesungguhnya Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

Para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan hadis-hadis tentang Nisfu Sya’ban. Namun, banyak ulama berpendapat bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat diamalkan dalam konteks keutamaan amal (fadhailul a‘mal).

Karena itu, malam Nisfu Sya’ban dipandang sebagai momentum spiritual, bukan sebagai kewajiban syariat yang mengikat.


Sikap Ulama terhadap Nisfu Sya’ban

Dalam khazanah Ahlussunnah wal Jama’ah, sikap terhadap Nisfu Sya’ban berada di posisi tengah dan seimbang:

  • Tidak mengingkari adanya keutamaan malam Nisfu Sya’ban

  • Tidak menetapkan ibadah khusus yang tidak memiliki dasar kuat

  • Mengarahkan umat untuk mengisi malam tersebut dengan ibadah-ibadah umum yang telah disyariatkan

Pendekatan ini menjaga semangat ibadah sekaligus menghindarkan umat dari sikap berlebihan.


Amalan yang Dianjurkan pada Nisfu Sya’ban

Amalan berikut termasuk aman, dianjurkan secara umum, dan sesuai dengan prinsip syariat:

1. Memperbanyak Istighfar

Memohon ampun atas dosa dan kesalahan yang telah lalu.

Contoh bacaan:
Astaghfirullahal ‘azhim


2. Memperbanyak Doa

Berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat, keselamatan, keberkahan rezeki, dan husnul khatimah.

Tidak ada doa khusus yang diwajibkan. Setiap doa yang baik diperbolehkan.


3. Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an, baik sendiri maupun bersama-sama, sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tidak ada ketentuan surat atau jumlah bacaan tertentu yang diwajibkan.


4. Dzikir dan Shalawat

Memperbanyak dzikir serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk ibadah dan kecintaan kepada Rasulullah.


5. Shalat Malam (Qiyamul Lail)

Melaksanakan shalat malam secara umum sebagaimana ibadah sunnah lainnya, tanpa mengkhususkan jumlah rakaat atau tata cara tertentu.


6. Memperbaiki Hubungan Sesama

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa permusuhan menjadi penghalang turunnya ampunan. Oleh karena itu, Nisfu Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk:

  • Saling memaafkan

  • Menghilangkan dendam

  • Mempererat silaturahmi


Tradisi Membaca Surat Yasin

Di sebagian masyarakat Muslim, terdapat kebiasaan membaca Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban.

Dalam pandangan mayoritas ulama:

  • Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang dianjurkan kapan saja

  • Tradisi tersebut dipahami sebagai kebiasaan baik, bukan sebagai kewajiban syariat

  • Selama tidak diyakini sebagai ibadah yang ditetapkan secara khusus, praktik ini diperbolehkan


Puasa di Bulan Sya’ban

Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban.

Hadis riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sunnah lebih banyak selain di bulan Sya’ban.”

Tidak terdapat dalil yang secara khusus mewajibkan puasa tepat pada tanggal 15 Sya’ban. Namun, berpuasa di bulan Sya’ban secara umum termasuk amalan sunnah.

Niat Puasa Sunnah

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Sya’bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah esok hari karena Allah Ta’ala.”


Penutup

Nisfu Sya’ban merupakan momentum yang baik untuk introspeksi diri, memperbanyak ampunan, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dilakukan dengan ibadah yang sederhana, tenang, dan penuh keikhlasan, tanpa berlebihan dan tanpa saling menyalahkan.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan memberikan ampunan-Nya. Aamiin.

Share:
Artikel Agama
Blog

Popular post

Cara Mengetahui Akun Instagram Sedang Dipantau atau Diawasi Orang Lain
  • 9 Agustus 2024

Cara Mengetahui Akun Instagram Sedang Dipantau atau Diawasi Orang Lain

Cara Mengatasi Error ONLY_FULL_GROUP_BY di Database MySQL
  • 8 Juli 2021

Cara Mengatasi Error ONLY_FULL_GROUP_BY di Database MySQL

Cara Menghapus Cache Git
  • 18 November 2023

Cara Menghapus Cache Git

Membuat Format Tanggal Hijriyah Bahasa Indonesia Dengan Librari PHP
  • 23 Agustus 2021

Membuat Format Tanggal Hijriyah Bahasa Indonesia Dengan Librari PHP

Le t’s work together

Based in Indonesia |

Looking for a hectic web developer?

-

Want a more in-depth look at my history?

-

©2026 Ahmad Sanusi Official Website, All Rights Reserved

Back to Top